Senin, 28 Juli 2008

Gunung Pinang : Memang trek sepeda DOWNHILL

Minggu 27 Juli 2007, ke arah Cilegon dari Jakarta tampaklah perbukitan Gunung Pinang dengan banyak Tower telekomunikasi, itulah sekilas panduan menuju Trek bersepeda bernama Gunung Pinang.Rombongan saya 3 mobil berangkat minggu pagi jam 06.30 dari Gading Serpong.Saya sempat tertinggal rombongan dan akhirnya keluar pintu tol lebih jauh di Serang Timur.Namun ternyata jarak ke meeting point di rumah Pa Subianto dan Pa Luthfi lebih dekat dari pintu tol ini daripada keluar di Serang Barat, namun tarifnya lebih mahal Rp 1500,-.
Sepeda kami rakit di perumahan Pejaten Mas Estate, disambut empunya rumah Pak Subianto dengan keramahan dan teh manis hangat dan juga tukang bubur ayam. Setelah selesai sarapan bubur . kami ber-8 genjot sepeda bareng ke start point di rumah Pak Lutfi, tidak seberapa jauh dari Pejaten Mas. Disana puluhan bikers sudah ramai, tua muda, laki2 perempuan. yang muda adalah anak-anak SMP yang rupanya di-kompori dan di-racuni Bapak-nya bersepeda. Enak banget kalo punya Bapak kayak gitu, minta sepeda Down Hill harga 20-an juta pasti dikasih :)
Perjalanan seru sekali, trek gunung pinang memang asyik, selain hawanya yang sejuk juga banyak trek yang teknikal mebutuhkan konsentrasi tinggi. Banyak drop off, undakan tangga, tikungan tajam. Konsentrasi dan stamina adalah kuncinya. Saya sendiri terjatuh 2 kali. Yang pertama adalah terlena oleh jalur turunan sehingga pada saat sebelum tikungan telat melakukan pengereman, akibatnya tergelincir dan tidak ada cedera berarti. Yang kedua ini terjadi di jalur downhill yang katanya bersimpangan dengan jalur DH1 yang sering dipake perlombaan.Namun keasyikan menikmati adrenalin saat downhill, rolling,saya lihat rekan di depan berbelok kiri, saya siapkan pengereman, namun ternyata mereka belok kiri di depan untuk berhenti...ya nasib..menghindari bertabrakan dengan rekan-rekan di depan, sepeda saya lepas , dan badan saya terjerembab lagi persis di depan saya ada portal dari pohon besar. Alhamdulillah, Allah masih melindungi saya namun seketika sepeda saya sudah ada di belakang pandangan saya, dengan reflek saya berhasil melindungi tubuh dari hantaman sepeda saya sendiri dengan tangan kanan menangkap frame tube, berhasil, layaknya Buffon menangkap bola muntah ke gawangnya.Walhasil hanya dengkul yang lecet karena bergesekan dengan tanah pada saat terjerembab, serta jari manis kanan yang bengkak karena menangkap frame.Saya bangun dan baru sadar bahwa rombongan berhenti tepat di depan saya karena ada salah satu anak SMP yang ban depan sepedanya pecah di trek dan si anak terluka cukup serius terlihat dari memar di tulang kering dan banyaknya cipratan betadine di daerah tersebut.Semakin banyak aja korban di trek Gunung Pinang ini.
Menuju finish teman saya Coki terjatuh saat drop off persis di rombongan depan saya, tidak cedera serius karena itu drop off pendek.Beberapa KM ke depan kaki saya pun keram, pertama yang kanan, berhenti sebentar dibantu Om Pur yang siap siaga dengan emergency kit can-nya. Genjot lagi dan keram lagi kali ini kedua kaki saya. Om Pur bilang saya kecapean, kurang garam, harus minum sebangsa pocari sweat. Saya minumlah Pocari Sweat yang tersisa di botol air. Mulai genjot lagi dan beberapa menit kemudian sudah sampe di Finish pintu masuk Gunung Pinang. Istirahat lah dulu.
Setelah minum teh botol , beberapa rekan berencana naik lagi ke Trek DH di Gunung Pinang dengan menyewa mobil pick-up. Saya tidak mau ikut, cape sekali badan ini, takut hilang konsentrasi kalo ikutan downhill lagi di trek yang dirancang untuk perlombaan itu.
Beberapa rombongan pulang ke rumah Pak Lutfi karena makan siang sudah menanti, lainnya naik ke atas pick-up.Sesampai di rumah PAk Lutfi dan makan siang pepes lele yang uenak sekali, ada kabar bahwa Iponk, salah satu teman rombongan saya mengalami patah tulang terjatuh di trek.Lalu ada kabar lagi pelek depan rekan satunya lagi spelleng (bengkok).Wah...heboh juga mereka mainnya, apa karena trek-nya yang ganas?Namun pelajarannya adalah sbb:
1.Untuk menjajal trek DH beneran seperti Gn Pinang ato SEBEX , konsentrasi dan pasti stamina sangat diperlukan. Iponk pasti sudah kelelahan dan memaksakan diri
2.Ditambah lagi spek sepeda yang digunakan Iponk adalah BUKAN untuk Downhill(DH) tapi XC(Cross Country).Secara langsung tidak langsung mempengaruhi performa dan tingkat keamanan di Trek. Ini juga terlihat dari pelek yang spelleng yang memang pelek itu bukan spek DH yang tebal dan berdimensi besar, sehingga tidak kuat dihantam ganasnya trek DH Gunung Pinang.
Setelah rentetan kejadian ini ada banyak pilihan buat saya:upgrade ke frame dan komponen DH atau tetap setia dengan LOUIS GARNEAU XC BART PRO saya tercinta.Saya pilih yang terakhir saja ah!untuk saat ini.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar